Nelfiati Andriani, Mantan PNS Yang Sukses Berbisnis Katering

Nelfiati Andriani SH mulai merintis bisnis kateringnya pada tahun 1998. Saat itu, dia masih bertugas sebagai seorang pegawai negeri sipil, dengan jabatan sebagai staf protokoler di sebuah kantor kementerian, Jakarta Pusat. Baginya, seorang protokoler itu harus memiliki sifat dan jiwa melayani orang dari berbagai birokrasi.
Meski demikian, Nelfiati sepenuhnya sadar dan maklum bahwa seorang pegawai negeri sipil hanya bisa mengandalkan penghasilan dari gaji bulanan saja. Padahal, saat itu penghasilan yang diperoleh Nelfiati belumlah leluasa untuk membiayai semua keperluan keluarga, terutama anaknya.

Jadi, saya harus berpikir keras bagaimana menghadapi keterbatasan keuangan ini. Akhirnya, Tuhan memberikan jalan yakni dengan berwirausaha. Makanya saya dirikan Puri Pertiwi Katering ini. Perlu diketahui juga bahwa usaha katering ini bersifat usaha yang berkaitan dengan jasa dan pelayanan, kata Nelfiati saat diwawancarai di kediamannya, beberapa waktu lalu.

Nelfiati juga menceritakan strategi awal yang diterapkan saat menjalankan bisnis itu, antara lain pentingnya menjalin relasi dengan pengelola gedung-gedung pernikahan, cara bermitra dengan vendor atau supplier, belajar dari para pelaku event organizer, serta menerapkan strategi untuk menjaring klien bisnis.

Sebagai seorang protokoler, Nelfiati yang mengaku sudah terbiasa untuk mengorganisir beragam pekerjaan ini mengaku tidak kesulitan untuk membiasakan diri dalam kegiatan bisnisnya. Dengan demikian, Nelfiati mengaku tidak ada kendala serius dalam menjalankan bisnis katering tersebut.

Kuncinya disiplin dan kejujuran

Nelfiati menjelaskan, kunci utama agar sukses menjalankan bisnis katering ini ada dua, yakni disiplin dan kejujuran. Baginya, kejujuran menjadi faktor pertama dan disiplin merupakan faktor penunjangnya. Namun, kedua hal itu tak bisa dipisahkan dan akan saling terkait satu sama lain.

Misalnya dalam suatu pernikahan, pelanggan memesan 10 kilogram daging kambing. Ya sebagai mitra, kita harus benar-benar memberikan 10 kilogram daging saat acara pernikahan berlangsung. Jangan dikurangi. Memang mereka tak akan tahu, tapi bagi saya mengurangi pesanan itu adalah hal yang tabu. Di sinilah kejujuran punya peran yang sangat penting, ucap Nelfiati.

Dia juga menyampaikan kelebihan yang dimilikinya sehingga bisa mengembangkan bisnis katering tersebut. Salah satunya adalah jiwa protokoler yang sudah tertanam di dalam dirinya. Dia membandingkan saat bekerja dulu, bahwa seorang protokoler haruslah bisa memanajemen sebuah acara. Dalam konteksnya ke bisnis, manajemen ini menjadi sangat penting.

Ke depan, Nelfiati ingin mengembangkan bisnis katering tersebut menjadi lebih profesional dan lebih terkenal. Keinginan untuk memajukan bisnis katering juga terkait dengan misi agar bisnisnya bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Sumber : www.ciputraentrepreneurship.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>