Update

Jpeg

KAMPOENG PECI: Dedikasi dari Seniman Peci (eks TKI) untuk Indonesia berdaya saing dalam ASEAN ECONOMIC COMMUNITY

Di sebuah desa yang jauh dari pusat kota kabupaten tepatnya di Kp Rawasampih Desa Buniwangi Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, sebuah Desa yang dikategorikan desa tertinggal serta memiliki banyak permasalahan, diantaranya tingginya angka pengangguran, rendahnya tingkat pendidikan, dan maraknya praktek rentenir. Permasalahan-permasalahan tersebut juga menimbulkan maraknya praktek Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tanpa dokumen resmi (ilegal), sebuah pekerjaan yang sebenarnya tidak mereka harapkan tetapi tidak ada pilihan lain untuk mencukupi biaya hidup serta melunasi hutang-hutang pada rentenir. Tingginya praktek TKI ilegal juga menciptakan permasalah baru, yaitu semakin banyaknya kasus perceraian akibat perselingkuhan saat bekerja di luar negeri atau saat ditinggalkan ke luar negeri yang berdampak pada penelantaran anak dan permasalahan-permasalan lainnya.

Berdasarkan data tahun 2015 saat sensus pemilihan kepala Desa Buniwangi, ada sekitar 1000 orang dari 6250 jumlah penduduk diprediksi menjadi TKI ilegal, dan sekitar 300 orang lebih sudah dideportasi. Keadaan pasca deportasi rata-rata menjadi semakin memburuk keadaanya, terlebih lagi keadaan mereka saat ini sudah lanjut usia (rata-rata berusia diatas 50 tahun). Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Desa setempat mereka rata-rata bekerja di luar negeri khususnya di Saudi Arabia antara 3-25 tahun dan kebanyakan diatara mereka dipulangkan karena tertangkap, bahkan ada yang tertangkap hingga 10 kali tetapi berhasil kabur hingga tidak jadi dipulangkan.

Melihat permasalahan tersebut sejak semester 4 saya sering melakukan berbagai penelitian terkait dengan potensi desa dengan harapan dapat menemukan solusi untuk dapat menyelesaikannya, ada beberapa hasil penelitian kami yang kemudian hasilnya dituangkan kedalam beberapa tugas mata kuliah perekonomian. Langkah selanjutnya kami mendirikan usaha sosial yang berdiri sejak tahun 2014 diberi nama “Buniwangi Peci” atau telah diganti menjadi “Kampoeng Peci Cianjur”, Kampoeng Peci Cianjur merupakan usaha yang bergerak pada produksi peci haji khas Madinah-Saudi Arabia. Kami melihat ada potensi yang dapat dikembangkan oleh para eks TKI, yaitu pengalaman kerja mereka selama menjadi TKI di Saudi Arabia.

IMG-20160905-WA0025

Dalam menciptakan budaya kerja, Kampoeng Peci berusaha untuk memberikan kenyamanan kepada para masyarakat binaan, yaitu dengan mengadopsi budaya kerja saat mereka bekerja di Arab Saudi, seperti dengan pengupahan per kodi, sistem penjualan yang terbuka (artinya bila kualitasnya baik dan harga dipasar naik, maka upah yang akan mereka juga ikut naik), memberikan pemahaman kepada konsumen tentang produk dengan kualitas tinggi dan produk yang berkualitas rendah dan memberi informasi lainnya terkait dengan kualitas produk. Selain itu, kami juga berusaha untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat binaan akan arti keberjamaahan dalam melakukan usaha ini, artinya kami berusaha untuk berprinsip sukses bersama dengan cara harus terbuka, jujur, dan menciptakan rasa kekeluargaan yang harmonis.

Jpeg

Atas izin Allah SWT, dengan perantara dari Dompet Dhuafa pada program Social Entrepreneur Academy (SEA), sampai dengan saat ini sudah ada 10 keluarga eks TKI yang telah mempunyai pekerjaan menjadi pengrajin peci haji yang sebelumnya hanya 3 orang dan rata-rata mereka mempunyai pendapatan hingga 1,5 juta perbulan yang sebelumnya kurang dari Rp 500.000 per bulan. Dan yang paling penting lagi adalah dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi anggota keluarga dari masing-masing masyarakat binaan. Harapan terbesar kami, semoga dengan adanya Kampoeng Peci Cianjur ini bisa memberikan kontribusi bagi perekomian Indonesia, khususnya perekonomian pedesaan yang saat ini menjadi sektor yang harus di perhatikan terlebih dalam perkehelatan Asean Economic Community.

More from Update

Mendulang Asa dari Kemitraan Bisnis Pertanian

IMG_3960

Bisnis adalah sebuah pilihan, dan memulainya tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Sebab bisnis lebih dari sekedar  untung dan rugi. Bicara bisnis memiliki cakupan yang luas, mulai dari persoalan passion, menciptakan system, planning, hingga perihal marketing dan modal. Dan seni bagi … read more

Saatnya Indonesia Beternak Kelinci

IMG_20160418_101557

Indonesia adalah negeri yang luas dan besar, tidak mungkin bangsa ini bisa dibangun sendirian, butuh sinergi dan energi yang dahsyat, saling berkolaborasi adalah salah satu kunci untuk bisa membangun bangsa ini. Negeri dengan banyak penduduk dan hijaun yang melimpah adalah … read more

Pengumuman Peserta Lolos SEC 2016

LOGO  Social Entrepreneurship_OKt 2012

Assalaamualaikum Teriring salam, semoga rahmat dan hidayah dari Allah SWT senantiasa bersama kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Berikut ini kami sampaikan nama-nama yang lolos menjadi peserta SEC 2016. 1. Adi Kosasih – Attempe 2. Alif Rahman Hakim – Buniwangi Peci 3. … read more

Yuk daftar Young Social Entrepreneur Day 2016!

Design Poster SEA Camp 2016 Edited 2

  Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa mempersembahkan: Young Social Entrepreneur Day  Jumat, 15 Januari 2016, di Gedung PPSM YTKI Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 44, Kuningan, Jakarta (seberang Balai Kartini) Di sana akan ada: 1. Seminar ”Social Entrepreneur: Mutiara yang Belum Terasah” (13.00-15.00) Pembicara: - Erie … read more