heni jaladara 3

Kak Heni, Pahlawan bagi Ribuan Keluarga Petani

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dan saya telah membuktikan itu!”

 

Beruntung itu adalah saat Allah mempertemukan saya dengan perempuan super yang memiliki semangat full power! Adalah kak Heni. Saya mengenalnya  saat beliau diundang untuk mengisi kegiatan diskusi rutin yang diselenggarakan oleh Inspirasi Muda, sebuah lembaga pemberi beasiswa dimana saya adalah salah satu penerimanya. Kak Heni merupakan inisiator gerakan #anakpetanicerdas yang telah berjalan di 5 kampung pra-sejahtera. Ia bersama suaminya yang juga masih mahasiswa membuat sebuah komunitas yang bernama AgroEdu Jampang. Komunitas yang mewadahi para petani dan keluarganya.

Ketulusan kak Heni menginspirasi saya untuk ikut serta menjadi bagian dalam gerakan #anakpetanicerdas. Satu kata yang selalu diucapkan kak Heni dan terekam dengan baik  dalam ingatan saya adalah “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dan saya telah membuktikan itu!”

heni jaladara 3

Kisah hidup kak Heni memang sangat luar biasa. Ia pernah menjadi pekerja rumah tangga di Hong Kong selama 6 tahun. Tekadnya untuk menjadi guru menuntunnya untuk melanjutkan kuliahnya disana. Dan iapun lulus sebagai salah satu mahasiswa terbaik. Semangatnya menginspirasi saya untuk berjuang untuk pendidikan saya. Sayapun begitu, harus rela hidup terpisah jarak dari keluarga di Malang demi mencapai cita-cita saya dengan melanjutkan pendidikan di IPB.

Banyak sekali program yang telah dilakukan kak Heni. Seperti Program pendidikan untuk lebih dari 500 #anakpetanicerdas yang tersebar di lima kampung, menyelamatkan mereka yang putus sekolah dan memberi beasiswa pendidikan bagi anak-anak petani yang cerdas namun terancam putus sekolah karena orang tuanya tak memiliki biaya. Gerakan #anakpetanicerdas ini telah menginspirasi banyak orang untuk turut serta mendukung gerakannya. Bahkan dalam satu bulan kak Heni bisa mendapatkan bantuan dana lebih dari 200 juta dari teman-temannya yang tersebar di 5 benua. Saya jadi ikut termotivasi untuk seperti kak Heni. Menjadi sebaik-baiknya muslim dengan memberi manfaat paling banyak bagi ummat.

Dalam bidang kesehatan, tak terhitung jumlah orang yang telah dibantu kak Heni. Dari mulai menggagas pembangunan MCK di 3 RT sampai  menggagas layanan posyandu gratis keliling setiap bulannya ke empat kampung. Posyandunya unik karena bukan hanya bayi dan  balita saja yang diberikan layanan, melainkan juga para manula (jompo). Kak heni menyebutkan layanan Posyandu BBM (Bayi, Balita dan Manula). Selain itu kak Heni juga memberikan makanan sehat dan bergizi untuk menyelamatkan anak-anak kampung yang mengalami kekurangan gizi atau gizi buruk. Bahkan kak Henipun sering membawa warga kampung yang membutuhkan pertolongan medis ke rumah sakit dengan uangnya sendiri. Seperti menolong anak yang terkena tetanus dan yang terkena kanker.  Yang terbaru, kak Heni menggelar khitanan gratis untuk 50 anak petani  dari 6 kampung!

Energinya yang begitu besar membuat semangat saya terbakar untuk mengikuti jejak kak Heni. Bukan hanya energinya yang membuat saya kagum, tapi inovasinya untuk mengemas program komunitasnya sehingga tepat sasaran benar-benar patut dijadikan teladan. Ia memiliki jargon #OneStopGiving. Memberikan manfaat dan kebaikan sebesar-besarnya bagi siapapun yang terlibat dalam kegiatannya. Bukan hanya untuk mustahik, tapi untuk relawan dan juga donatur. Seperti terobosannya dalam bidang ekonomi. Ia menggagas program #SeMaiQurbanProduktif (Sebar Manfaat Ibadah Qurban untuk menggerakan perekonomian warga kampung) dengan skema investasi.  Ia mengajak teman-temannya untuk berinvestasi sebesar 5 juta rupiah yang akan diberikan kepada warga kampung dalam bentuk 5 ekor kambing. Petani pemelihara akan mendapatkan bagi hasil 60% sementara donatur akan mendapatkan bagi hasil sebesar 40%. Saat idul Adha nanti donatur akan mendapatkan kembali uangnya sebesar 7 juta. 5 juta merupakan modal awal dan 2 juta dari bagi hasil. Masyaallah.

heni jaladara 1

Tidak sampai disini saja, kak Heni bahkan mengajak teman-temannya yang bermukim di luar negeri untuk berqurban dikampung-kampung petani dengan membeli kambing milik petani. Jadi konsep qurban seperti  inilah yang menurut saya sangat bagus. Tahun ini kak Heni berhasil mengumpulkan banyak hewan Qurban yang disebar ke 33 kampung dhuafa yang sebelumnya belum pernah ada penyembelihan hewan qurban sama sekali.

Kak Henipun memberikan perhatian yang besar untuk kemandirian dan peningkatan kualitas hidup keluarga petani dengan membentuk Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani dikampung-kampung yang tersebar di desa cibeuteung Udik kecamatan Ciseeng yang sangat rawan kristenisasi. Kak Heni membentenginya dengan menggagas program #Kampung1000Cahaya yang didalamnya berisi penguatan akidah dan memotivasi warga kampung agar mereka mau berusaha lebih keras sesuai tuntunan Islam. Iapun mengedukasi warga mengenai bahaya riba, bank keliling dan rentenir melalui kegiatan rutin pengajian. Kak Heni tak ingin warga kampung menggadaikan akidahnya dengan sembako murah, makanya kak Heni mendistribusikan 600 paket sembako murah untuk membantu warga miskin dikampung-kampung yang terimbas kenaikan BBM. Program-program kak Heni memang selalu tepat sasaran sehingga wargapun sangat terbantu.

Dalam program #Kampung1000Cahaya saya mengajak serta tujuh teman saya untuk ikut membantu. Saat itu kegiatannya dikampung Babakan Pulo. Sebuah kampung yang terletak ditengah empang dipinggir sungai yang hanya bisa dijangkau oleh sepeda motor atau berjalan kaki. Saat itu, jalan menuju kampung sedang diperbaiki, alhasil kami harus melewati jalan alternative yang melewati jembatan bambu. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan teman-teman.

Kedatangan kak Heni selalu ditunggu oleh warga kampung.  Seperti saat mengantar 200 paket sembako ke kampung Babakan Pulo. Mobil pengantar sembako hanya bisa mengantar sampai jembatan saja, jadi warga kampung harus bergotong royong mengangkutnya kedalam kampung. Mereka berbaris rapi seperti semut. Estafet dari satu tangan ke tangan lainnya. Warga kampung begitu semangat membantu meski hujan mengguyur. Dari kak Heni saya belajar satu hal penting, bahwa ketulusan itu akan menggerakkan hati siapapun tanpa terkecuali.

Kak Heni layak menyandang gelar pahlawan. Kerja nyatanya patut mendapat apresiasi. Ia bekerja membangun kemandirian ummat, menguatkan pondasi masa depan anak-anak petani dan keluarganya. Ia tak boleh dibiarkan sendiri. Tangan-tangan kita harus menguatkan perjuangannya. Seorang kak Heni mampu menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang terutama di social media untuk melakukan hal yang sama, berbuat kebaikan setiap harinya. Kita perlu lebih banyak kak Heni untuk membawa ummat Islam meraih kejayaannya kembali. Seperti kata kak Heni, Ummat Islam harus kaya agar bisa membayar “ongkos dakwah” yang tak murah!

Jika saya ditanya hadiah apa yang tepat untuk kak Heni, jawaban saya pasti satu. Ikut serta dalam perjuangannya dan meneruskan apa yang telah dimulainya. Kak heni yang mantan pekerja rumah tangga di Hong Kong yang saat inipun rumahnya masih mengontrak bahkan setengah rumahnya ia pergunakan untuk perpustakaan, mampu memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat disekitarnya. Ia bagai lentera. Disaat orang-orang gelap mata mengejar kemewahan dunia, mobil mewah, rumah mewah, liburan mewah, kak Heni malah mengejar anak-anak petani dipelosok kampung yang tengah berjuang untuk bisa terus sekolah. Kak Heni mengetuk banyak pintu hati untuk peduli pada mereka yang seringkali dipandang sebelah mata. Kak Heni mengingatkan kita semua untuk terus berlomba-lomba mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung akhirat. Kak heni mengajak saya untuk dekat dengan sang Pencipta. Kak Heni membuat tujuan hidupnya menjadi terlihat sederhana, bermanfaat untuk sesama.

Terima kasih kak Heni untuk semuanya. Untuk teladan yang diberikan, untuk semangat yang ditularkan. Saya jadi mengerti bahwa menjadi mandiri itu penting dan yang tak kalah penting adalah mengajarkan kemandirian itu kepada orang lain. Semoga dari tangamulah lahir generasi para pemimpin yang rahmatallilalamin!

 

Penulis: Fatoni Saputra
Juara II Kisah Inspiratif Pahlawan Sosial – Social Entrepreneur Academy Dompet Dhuafa

Sumber Foto: Facebook Inspirasi Jaladara

7 comments on “Kak Heni, Pahlawan bagi Ribuan Keluarga Petani

  1. asslamualaikum..
    saya ingin mengikuti kegiatan2 tersebut.. apakah sekarang masih ada? untuk info2 ingin bergabung harus menghubungi kemana? terimakasih

    • Wa’alaikumsalaam. Untuk kegiatan SEC itu ada di tiap tahunnya, untuk pendaftaran silahkan pantau terus website ini ya..:)

  2. Inspiratif… Sangat Menginspirasi bagi saya untuk terus berbuat nyata demi pendidikan anak anak Indonesia

  3. Subhanallah, mba saya ingin tahu dimana sih tempatnya rumah petani cerdas itu? Terus gimana ya kalo ingin jadi relawan disana, tapi saya masih kuliah semester3, oh iya postingannya bermanfaat bangeet makasih mbaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>