Peran Penting Wirausaha Dalam Mengentaskan Kemiskinan

1
Wirausaha kembali menjadi pembicaraan hangat seiring kontribusinya dalam mengikis tingkat kemiskinan di dunia, khususnya di region Asia Pasifik. Pasar domestik yang kian menggurita ditambah dengan eksplosifitas masif unit usaha kecil menengah membawa angin segar penuntasan kemiskinan di kawasan Asia Pasifik. Sebuah dukungan strategis dan nyata yang merefleksikan betapa signifikannya peran kewirausahaan dalam peningkatan ekonomi kawasan. Sebuah konsep pengentasan kemiskinan dengan wirausaha.
Pemimpin Enterprise Asia, Tan Sri Dr Fong Chan Onn merupakan salah satu tokoh yang memandang pentingnya wirausaha untuk mengentaskan kemiskinan di dunia internasional. Dia menyatakan bahwa kewirausahaan tidak lagi dapat dipandang sebelah mata dikarenakan perkembangannya yang kian esensial dalam tujuan mengentaskan kemiskinan yang beberapa dekade terakhir menjadi masalah bersama bagi negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Chan Onn, yang juga merupakan mantan Menteri SDM Malaysia, menambahkan bahwa peran esensial kewirausahaan dalam pengentasan kemiskinan kian mengkristal seiring terbukanya akses dalam rangka peningkatan standar pendidikan sekaligus tingkat penyerapan tenaga kerja.

Seperti diketahui, berdasarkan rilis resmi Bank Dunia pada Mei 2012 menyebutkan tidak kurang dari 500 juta penduduk di kawasan Asia Pasifik hidup dalam kemiskinan. Hal ini merupakan ekses dari krisis ekonomi global pada tahun 2008 yang juga menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana dengan kondisi di negara kita? Pemerintah Indonesia sendiri telah menyadari fenomena ini. Melalui Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan, pemerintah akan menargetkan peningkatan jumlah wirausahawan secara signifikan dari 1,59 persen menjadi 2 persen pada tahun 2013 ini. Ia mengklaim dengan semakin meningkatnya jumlah wirausahawan, akan semakin terbuka peluang untuk memperluas lapangan kerja yang tersedia bagi para tenaga kerja yang umumnya masih berada pada rentang usia produktif.

Dengan demikian, Syarif menambahkan, keuntungan ganda akan diperoleh dari peningkatan masif jumlah wirausahawan di Indonesia. Selain mengentaskan kemiskinan melalui minimalisasi angka pengangguran di Indonesia, keuntungan lain adalah meningkatnya daya serap tenaga kerja sehingga roda ekonomi akan tetap berjalan dan diharapkan akan terus menggeliat. Ia mencontohkan bahwa roda ekonomi Singapura cenderung stagnan dikarenakan kekurangan sumber daya manusia tersedia. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda peningkatan intensif pada sektor kewirausahaan di Indonesia demi pengentasan kemiskinan dan pencapaian ekonomi yang lebih baik mengingat potensi melimpahnya jumlah sumber daya manusia yang belum dimanfaatkan secara maksimal dalam sektor wirausaha mandiri.

Sumber : www.ciputraentrepreneurship.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>