IMG_20160418_101557

Saatnya Indonesia Beternak Kelinci

Indonesia adalah negeri yang luas dan besar, tidak mungkin bangsa ini bisa dibangun sendirian, butuh sinergi dan energi yang dahsyat, saling berkolaborasi adalah salah satu kunci untuk bisa membangun bangsa ini. Negeri dengan banyak penduduk dan hijaun yang melimpah adalah hadiah Tuhan untuk Indonesia. Tapi ironis, di negri berlimpah hijauan, bangsa in tidak bisa swaasembada daging.

Sebuah potensi alam yang seharusnya bisa dimaksimalkan dengan baik. Salah satu potensi yang saat ini belum dilirik oleh pemerintah adalah ternak kelinci pedaging guna mewujudkan swasembada daging dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumsi daging dalam negeri.

Ternak kelinci pedaging sedang menggeliat di ujung-ujung negeri, juga di ruang-ruang hampa publikasi. Saat yang tepat bagi pemerintah, LSM, swasta untuk menggandeng mereka. Alhamdulillah, Social Entreprenur Academy Dompet Dhuafa bergerak mengambil garda terdepan untuk menggandeng komunitas ternak kelinci pedaging yang sedang kita rintis di komunitas ternak Rukun Makmur.

IMG_20160426_171301

Bantuan dana stimulus, pengetahuan, camp, serta mentoring yang tersistem tentu sangan membantu kami untuk membuat program berkelanjutan, serta tujuan yang terarah. Yang cukup dirasakan kemanfaat dari sinergi dengan Social Enterpreneur Academy Dompet Dhuafa adalah dana stimulus yang kita wujudkan dalam bentuk bibit kelinci pedaging yang berkualitas. Dengan bibit berkualitas, tentu akan member hasil yang maksimal bagi anggota kelompo ternak kelinci Rukun Makmur yang bertempat di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kategori bibit berkualitas menurut kelompok kami adalah. Pertama, indukan bisa beranak banyak. Kedua, cepat tumbuh di usia potong. Ketiga tingkat kematian rendah.

Dengan criteria di atas, kami yakin bisa menghasilan bibit berkulitas pula yang akan menjadi bibit kami selanjutnya untu kelompok ternak kelinci Rukun Makmur. Karena dengan sinergi bersama ini, kami punya konsep mengembangkan kelinci secara plasma. Yakni, setiap indukan yang beranak, yang kita berikan kepada anggota kami, maka mereka wajib donasi satu ekor kelinci yang kemudian dikumpulkan kepada komunitas, yang hasil pengumpulan akan kita donasikan lagi atau kita buat peternak baru atau peternak plasma berikutnya.

IMG_20160313_111602

Ternak kelinci adalah ternak yang tidak membuang, karena semua bisa dimanfaatkan, mulai dari daging, kotoran, urin, kulit semua bisa dimanfaatkan. Ditambahn, bahwa daging kelinci adalah rendah kolesterol dan tinggi protein, tentu ini menjadi nilai tambah bagi daging kelinci. Tak hanya itu, tinggak produktifitasnya yang cukup tinggi, karena dalam setahun kelinci bisa beranak 8-10 kali dalam setahun. Untuk itu, saatnya Indonesia beternak kelinci untuk mewujudkan swasembada daging kelinci.

 Aries Adenata

Social Entrepreneur Academy 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>