Tag Archives: Jambi

upload web ali 6

Rengke, Memberdaya Kreativitas Suku Anak Dalam

Ada yang spesial dari Social Entrepreneur Camp 2015. Ali Ariswanto, peserta yang berasal dari Jambi, dengan bisnisnya “Rengke”, membawa konsep berbeda dengan peserta lain. Jika rata-rata peserta memberdaya masyarakat seperti ibu-ibu rumah tangga, pemuda, dan masyarakat sekitar, Ali memberdaya masyarakat yang ‘tidak biasa’. Ali dan kawan-kawan, di bawah bendera “Rengke” memberdayakan masyarakat Suku Anak Dalam.

Ali bersama rekan-rekan dan salah satu masyarakat Suku Anak Dalam

Ali bersama rekan-rekan dan salah satu masyarakat Suku Anak Dalam

Salah satu kreasi Suku Anak Dalam: pin keladi hutan

Salah satu kreasi Suku Anak Dalam: pin keladi hutan

Rengke merupakan usaha kecil yang mengkreasikan dan memodifikasi kerajinan hasil karya masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) Senami, Batanghari. Pada awalnya, karya-karya SAD yang dijadikan usaha ini adalah hasil dari program Pengabdian Masyarakat yang dimulai sejak awal tahun 2010. Karena masih terbatasnya sarana pemasaran yang ada di pelosok Dusun Senami tempat warga SAD tinggal, maka Rengke dibentuk dengan harapan bisa menjadi sarana pemasaran yang berkelanjutan untuk hasil karya masyarakat SAD.  “Usaha ini dikelola secara professional dan menghasilkan beberapa produk hasil modifikasi seperti Souvenir Rengke, Plakat Rengke dan Hiasan Rengke. Jadi, usaha ini merupakan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat lokal Jambi yaitu Suku Anak Dalam”, ungkap Ali. Istilah “Rengke” sendiri diambil dari Bahasa Suku Anak Dalam yg artinya elok/bagus.

Salah satu souvenir hasil kreasi Suku Anak Dalam

Salah satu souvenir hasil kreasi Suku Anak Dalam

Dusun Senami merupakan lokasi pemberdayaan warga SAD yang mengrajin produk Rengke sebagai penyedia (sektor hulu) dari kreasi produk itu sendiri. Aktivitas sudah berjalan sejak tahun 2010 dan pengrajin lambat laun mulai berkurang karena keterbatasan akses pemasaran. Saat ini Rengke hanya bisa menampung sedikit produk yang mereka hasilkan sesuai dengan pesanan saja.

Kedepan, Rengke punya cita-cita membuat inovasi pemasaran produk SAD yang bisa dijual secara luas dengan kuantitas besar. Untuk itu, Ali dan kawan-kawan berniat untuk membuat sebuah kawasan wisata alam dan budaya Suku Anak Dalam yang ada di Senami. Harapannya, kawasan itu akan menjadi daya tarik masyarakat luar daerah maupun mancanegara untuk datang langsung dan membeli produk, sehingga akan semakin banyak pengrajin yang mulai kembali mengrajin dan melestarikan aktifitas budaya mereka. Karena menganyam adalah warisan turun temurun bagi mereka. “Kedepannya selain mendorong terciptanya kemandirian masyarakat SAD, program ini juga akan mendorong bertambahnya wisatawan lokal maupun internasional datang ke Jambi dan secara tidak langsung juga bisa menambah konsumen (pangsa pasar) Rengke sendiri”, katanya.

pelajar dari Kanada kunjungan ke Kampung Wisata Rengke

pelajar dari Kanada kunjungan ke Kampung Wisata Rengke

Hingga Maret 2015 ini, Ali dkk masih terus mematangkan konsep Kampung Wisata Rengke. Berbagai kunjungan ke instansi pemerintah dan swasta di Jambi terus dilakukan, guna mencari dukungan untuk terealisasinya segera Kampung Wisata Rengke. Di Bulan Maret ini juga Rengke sudah kedatangan para pelajar dari Kanada yang sedang menjalani program pertukaran pelajar.